Khutbah Iedul Fitri 1447 H di Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien

Khutbah disampaikan pada pelaksanaan Shalat Iedul Fitri 1447 Hijriyah di Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien Balikpapan oleh Ust. Abdur Rohim, dan Imam Ust. Muhammad Alfan Rahmatullah.

KHUTBAH 1

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ، وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ يَوْمَ الْأَضْحَى عِيْدًا، وَمَوْسِمًا لِلْخَيْرَاتِ وَالطَّاعَاتِ، وَسَبَبًا لِتَكْفِيْرِ الذُّنُوْبِ وَرَفْعِ الدَّرَجَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً نَرْجُو بِهَا الْفَوْزَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ وَإِمَامُ الْمُتَّقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: ﴿يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ ﴾ وقال تعالى : انا أعطينا كالكوثر…

Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah…

Di pagi hari yang mulia ini, marilah kita tundukkan hati dan memperbanyak syukur kepada Allah SWT, yang dengan rahmat dan kasih sayang-Nya masih memberikan kepada kita nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan, sehingga kita kembali dipertemukan dengan Hari Raya Idul Adha. Betapa banyak manusia yang ingin hadir melaksanakan shalat Idul Adha, namun terhalang oleh sakit dan kelemahan. Betapa banyak pula yang sehat jasadnya, tetapi jauh hatinya dari Allah SWT. Maka kehadiran kita pada hari ini, bisa melaksanakan shalat Id, bisa berada di tempat menuntut ilmu yang senantiasa dinaungi oleh malaikat, adalah nikmat besar yang wajib disyukuri.

إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ

“Sesungguhnya para malaikat benar-benar membentangkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia lakukan.” (HR. Abu Dawud)

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

اللهُ أكْبَرُ (×3) لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Hari Raya Idul Adha bukan sekadar hari raya biasa. Ia adalah hari raya yang penuh sejarah keimanan, pengorbanan, ketundukan, dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Pada tanggal 9 Dzulhijjah kemarin, jutaan kaum muslimin berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji. Mereka datang dari berbagai bangsa, suku, bahasa, dan warna kulit. Mereka meninggalkan rumah, keluarga, pekerjaan, dan kenyamanan hidup dunia demi memenuhi panggilan Allah SWT. Allah SWT berfirman:

﴿ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ﴾

Artinya: “Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.” (QS. Ali Imran: 97)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Sesungguhnya ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan ruhani untuk membentuk ketakwaan, persatuan, dan ketundukan kepada Allah SWT. Para ulama menjelaskan bahwa manfaat haji bukan hanya manfaat akhirat, tetapi juga manfaat dunia: memperkuat persaudaraan, menumbuhkan persatuan umat Islam, melatih kesabaran, dan membentuk akhlak/moral yang mulia, seperti  sabar, untuk tawadhu’,  meninggalkan kesombongan,  dan menjaga lisan/ tutur kata.

Ibadah haji mengajarkan kepada kita tentang persamaan dan ketundukan di hadapan Allah SWT. Semua memakai pakaian ihram yang sama. Tidak terlihat lagi siapa yang kaya dan miskin, siapa pejabat dan rakyat biasa, siapa yang berpangkat dan siapa yang tidak memiliki jabatan. Semuanya berdiri sama di hadapan Allah SWT. Satu kiblat, satu talbiyah, satu Tuhan.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيْكَ لَكَ

Inilah gambaran persatuan umat Islam yang sesungguhnya. Berbeda bangsa dan bahasa, tetapi disatukan oleh iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Haji juga mengajarkan pentingnya belajar/ menuntut ilmu dan memperbaiki diri/ jiwa kita. Orang yang berhaji harus belajar: fikih manasik, kesabaran,  keikhlasan, dan bagaimana menjadi hamba yang selalu merasa diawasi oleh Allah SWT. Sehingga ia pulang dari ibadah hajinya menjadi haji yang mabrur.

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

“Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari)

اللهُ أكْبَرُ (×3) لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Demikian pula dengan ibadah qurban. Qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Kata “qurban” berasal dari kata:

 قَرُبَ ، بالضم، يَقْرُبُ قُرْباً و قُرْباناً و قِرْباناً أَي دَنا yang berarti “dekat”. Maka orang yang berqurban sedang berusaha mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dengan ketaatan dan pengorbanan. Karena itu Allah SWT berfirman:

﴿ لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ ﴾

Artinya: “Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Dalam syariat Islam, qurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin yang memiliki kemampuan. Hukumnya sunnah muakkadah alal kifayah, sunnah yang sangat ditekankan untuk dikerjakan. Rasulullah SAW bersabda:

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ مِنْ عَمَلٍ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ إِرَاقَةِ الدَّمِ، وَإِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا، وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Artinya: “Tidak ada amalan yang dilakukan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah Ta‘ala daripada إِرَاقَةِ الدَّمِ  mengalirkan darah (hewan qurban). (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Mengalirkan darah hewan, tentunya melalui proses penyembelihan. Disinilah kita juga dituntut untuk kembali belajar mengenai sembelihan yang sah menurut syariat, belajar memperhatikan makanan yang kita makanan, halal / tidak menurut agama, dan belajar mengenai fikih udlhiyyah/ fikih qurban yang benar sesuai syariat. Karena hewan yang kita qurbankan pun terdapat ketentuannya. Misalnya, hanya boleh binatang ternak berupa unta, sapi atau sejenisnya dan kambing/ domba. Sekor kambing hanya untuk atas nama satu orang. Sedangkan sapi dan unta dapat digunakan untuk tujuh orang. Hewan qurban harus cukup umur dan tidak memiliki cacat yang jelas. Waktu penyembelihan dimulai setelah shalat Idul Adha hingga terbenam matahari tanggal 13 Dzulhijjah.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Di dalam ibadah qurban juga terdapat pelajaran tentang kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, bukan hanya ibadah pribadi. Dimana Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak boleh hanya dirasakan oleh orang-orang yang mampu, tetapi juga harus dirasakan oleh kaum dhuafa dan fakir miskin. Allah SWT berfirman:

 ﴿ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ ﴾

Artinya: “Makanlah sebagian darinya dan berikanlah kepada orang-orang yang benar-benar fakir.” (QS. Al-Hajj: 28)

اللهُ أكْبَرُ (×3) لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Hari Raya Idul Adha juga mengingatkan kita kepada kisah agung Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah tentang kesabaran yang luar biasa. Kisah tentang cinta kepada Allah yang melebihi segala-galanya.

Allah SWT berfirman:

﴿ فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ ﴾

Artinya: “Ketika anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama ayahnya, Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu. Ismail menjawab: Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat: 102)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Dalam kisah ini kita melihat dua manusia pilihan: (Pertama) seorang ayah yang patuh total kepada Allah, dan yang (Kedua) seorang anak yang sabar menerima ketetapan-Nya.

Nabi Ibrahim AS tidak hanya menyembelih seekor hewan. Tetapi beliau menyembelih: ego, rasa memiliki, rasa takut, dan segala sesuatu yang menghalangi dirinya dari ketaatan kepada Allah SWT.  Inilah ruh terbesar dari Idul Adha. Bukan sekadar menyembelih hewan. Tetapi menyembelih (maksudnya melenyapkan): kesombongan, hawa nafsu, ketamakan, kedengkian hati, dan kecintaan dunia yang berlebihan.

Peristiwa ini mengajarkan kepada kita bahwa ketika datang suatu ketetapan dari Allah, janganlah engkau gelisah, marah, murka, atau memberontak. Karena sikap seperti itu hanya akan memperpanjang ujian yang menimpa kita. Tetapi hendaknya kita berserah diri kepada ketetapan Allah, niscaya ujian itu akan diangkat oleh Allah SWT.

اللهُ أكْبَرُ (×3) لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Mari kita usai dari melaksanakan shalat Idul Adha ini dengan membawa dan menanamkan semangat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam kehidupan kita. Mari kita sembelih: ego kita, kesombongan kita, keangkuhan kita, hawa nafsu kita, kedengkian dan permusuhan kita kepada sesama, serta segala sifat buruk dalam jiwa dan diri kita. Dan mari kita gantikan semuanya dengan: ketundukan kepada Allah, keikhlasan dalam beribadah, kesabaran dalam menghadapi ujian, rasa persaudaraan dan kasih sayang kepada sesama.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Ketakwaan dan pengorbanan yang diajarkan Idul Adha bukan hanya tampak dalam ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga harus tampak dalam akhlak dan hubungan kita kepada sesama manusia. Seorang muslim yang baik bukan hanya baik ibadahnya, tetapi juga baik lisannya, baik akhlaknya, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, dan menjaga persaudaraan sesama muslim. Rasulullah SAW bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُبَجِّلْ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ

Artinya: “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua di antara kami, tidak menyayangi yang lebih muda di antara kami, dan tidak mengetahui hak orang alim diantara kami.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim)

وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخوَانَاً، الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ، لاَ يَظلِمُهُ، وَلاَ يَخْذُلُهُ، وَلاَ يَكْذِبُهُ، وَلايَحْقِرُهُ،

Jadilah kalian semua hamba–hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, sehingga dia tidak boleh menzhaliminya, tidak menghinanya, tidak mendustakannya dan tidak merendahkannya.

التَّقْوَى هَاهُنَا – 3x

Kata Nabi, takwa itu letaknya di sini –(didalam dada/hati)–

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, menerima qurban kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang Muttaqien, hamba yang bertakwa.

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH 2

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيّاً وَحِينَ تُظْهِرُونَ. اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ. ٱلْحَمْدُ للهِ الَّذِي شَرَعَ لِعِبَادِهِ ٱلْأُضْحِيَةَ، تَذْكِرَةً بِفِدَاءِ خَلِيلِهِ، وَجَعَلَ أَيَّامَ ٱلنَّحْرِ مَوَاسِمَ قُرْبَاتٍ وَرَفْعَاتٍ فِي سَبِيلِهِ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سيدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ، وَدَعَا بِدَعْوَتِهِ، وَتَأَسَّى بِسُنَّتِهِ. أَمَّا بَعْدُ:

فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. فَانْظُرُوْا أَنَّ أَعْظَمَ الْقُرْبَاتِ فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ مَا قُدِّمَ فِيهَا مِنْ دَمٍ يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُهُ، وَمَا طَابَ فِيهَا مِنْ نَفْسٍ تُرِيدُ رِضَاهُ، فَأَكْرِمُوْا هَذِهِ الْمَوَاسِمَ، فَإِنَّهَا أَيَّامُ رَحْمَةٍ وَنَفَحَاتٍ وَتَجَلِّيَاتٍ مِنْ عِنْدِهِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

No comments found.
#17Agustus #1Muharram #AIDABalikpapan #Akhirussanah #AlAzhar #AlMuttaqienBalikpapan #AlQarawiyyin #AlZaytunah #AnakBalikpapan #ANBK2025 #AntonFirmanto #ApelHariSantri #Aqidah #AqidahAswaja #AqidahSantri #ArahKiblat #ArbainNawawi #AsesmenMadrasah #AsesmenNasional #AsmaulHusna #aswaja #badrussyamsi #BaktiSosial #Balikpapan #Balikpapan127THOpen #BalikpapanBerkarakter #BalikpapanMengaji #BambangSaputra #BankIndonesia #basnaskaltim #BAZNAS #baznasaward #baznaskaltim #BerbagiUntukSesama #BeritaPesantren #BinmasPOLDA #bpsdmkaltim #bukapuasa #BukaPuasaBersama #CegahRadikal #CempakaPutih #ChelsyFebriano #CintaBanggaPahamRupiah #CintaNabi #CintaRupiah #CintaTanahAir #CommunitySedulurMancing #CSMBalikpapan #DakwahModerat #DialogInteraktif #DigitalisasiPesantren #DinasKoperasi #DomeBalikpapan #EdukasiRupiah #ekonomi #Ekonomi Syariah #EkonomiIslam #EkonomiPesantren #EkonomiSyariah #Ekstrakurikuler #ENTREPRENEUR #FamilyGathering #FestivalEkonomiSyariah #Fesyar2018 #FESyar2021 #FESyarKTI #fikih #FikihQiblat #fikihsyafii #Fiqh #FiqhQurban #FiqhSyafii #FiqihQurban #Fira #FKPPBalikpapan #GardaTerdepan #GebyarPerlombaan #GebyarRamadhan2025 #GendisTriwulandari #GenerasiBerkarakter #GenerasiCerdas #GenerasiTangguh #GroupHabsyiRaudhatulMuchtar #GunungGunturBalikpapan #GusMuwafiq #HadiahUmroh #Hadits #HadrahRebana #Haflah #Haflah2014 #Haflah2023 #HaflahAkhirussanah #HaflahAkhirussanah2014 #HaflahAlMuttaqien #HalaqahPesantren #HariKemerdekaan #HariSantri #HariSantri2024 #HarlahMuslimatNU #Haulke2KiaiAnas #HaulKHAnasMochtar #HaulUlama #Hidayatullah #HUTCSM #HUTke80RI #IdulAdha1446 #IdulAdha1446H #IlmuAlQuran #IlmuAqidah #IlmuFalak #IlmuFiqh #IlmuHadits #IlmuPengetahuanIslam #IlmuTajwid #IndonesiaEmas #InvestasiEmas #IPSI #IslamicBoardingSchool #IslamicEducation #IslamicHistory #IslamicScholarship #IslamModerasi #IsraMi’raj #IsraMiraj #JamboreCibubur #JamboreNasional #JejaringPesantren #Juara1KSM #Juara1LombaPesantrenUnggulan #Juara2TartilQuran #JuaraPesilat #JuaraSilat #JuaraUmum #JUSHNU #JUSHNUBalikpapan #KajianAgama #Kaltim #KaltimBerprestasi #KapolrestaBalikpapan #KarakterAnak #KarirTNI #KawasanTimurIndonesia #KBPAntonFirmanto #KeamananNasional #Kebersamaan #KegiatanRutinPesantren #KeinginanMandiri #KejuaraanPencakSilat #KejuaraanSilat #KeluargaPesantren #kemandirian #KemandirianPesantren #kemenag #KepemimpinanSantri #Kepramukaan #KerjaKerasBerbuahHasil #KeterampilanMengajar #KeterampilanMenjahit #ketuaumumfepi #KeuanganSyariah #KewirausahaanSantri #KH MuhammadFathoniDimyathi #KHAnasMochtar #KhatmulQuran #KHHasyimMuzadi #KHMuhammadAnasMochtar #KitabKuning #KomitmenAgama #KompetisiSains #KomunitasMancing #KontraNarasiEkstrimis #KoperasiBerkahMandiri #KoperasiPesantren #KSMIPS #KuliahDiAlAzhar #KurbanBerkah #LembagaFalakiyah #LiterasiEkonomiSyariah #LiterasiKeuangan #LiterasiKeuanganSyariah #LiterasiMilenial #LKS #logeetelkom #LombaCerdasCermat #LombaGuruPesantren #LombaMading #LombaRamadhan #LombaReguPenggalang #LombaSantri #LombaTTG #LTNUBalikpapan #MadrasahKlasik #MadrasahTsanawiyah #MasjidBaitulMuttaqien #MasyarakatEkonomiSyariah #MaulidDiba #MaulidNabiMuhammad #MengajarAlQuran #MengajiAlQuran #MenyambutRamadhan #MercusuarIlmu #MetodeTilawati #MIAlMuttaqien #MondokBalikpapan #MondokDiPesantren #MPLP2025 #MTsAlMuttaqien #MTSNUBalikpapan #MuhadhorohFair #MUIBalikpapan #MuslimatNU #MuslimHeritage #NahdlatulUlama #NasaruddinUmar #NKRIHargaMati #NU #NUBalikpapan #NUKaltim #OPPM2025 #OPPMAlMuttaqien #OrganisasiPelajar #PCNUBalikpapan #PelantikanOPPM #PelatihanJurnalistik #PelepasanSantri #PembelajaranAlQuran #PemberdayaanEkonomiSyariah #PemberdayaanPesantren #PemberdayaanSyariah #PemberdayaanUsahaSyariah #PembinaanSantri #PencakSilat #PencegahanKanker #PencegahanRadikalisme #PendaftaranSantri #PendaftaranTNI #PendidikanAgama #PendidikanAgamaIslam #PendidikanBerakhlak #PendidikanBerkualitas #PendidikanEkonomi #PendidikanIslam #PendidikanKarakter #PendidikanKeagamaan #PendidikanKesehatan #PendidikanMiliter #PendidikanPesantren #PendidikanSejakDini #PendidikanToleransi #PendiriPesantren #PenerimaanSantriBaru #PenerimaanSiswaBaru #PengajianMasjidAsShiddieq #PengurusNU #PenyuluhanRadikalisme #PeringatanHaul #PeringatanMaulidNabi #PerlombaanSantri #Pesantren #Pesantren Indonesia Timur #PesantrenAlMuttaqien #PesantrenBalikpapan #PesantrenBerbagi #PesantrenBerdaya #PesantrenBergerak #PesantrenBerkarya #PesantrenBerprestasi #PesantrenDamai #PesantrenDarulHijrah #PesantrenHijau #PesantrenKaltim #PesantrenMandiri #PesantrenMerdeka #PesantrenModern #PesantrenModernAlMuttaqien #PesantrenNU #PesantrenUnggulan #PKTrenIndonesia #PlanetariumAMQ #PlanetariumTenggarong #POLDAKaltim #PolisiBalikpapan #polresbalikpapan #PolrestaBalikpapan #PondokPesantren #PondokPesantrenAlMuttaqien #PondokPesantrenModernAlMuttaqien #PonpesAlMuttaqien #PonpesBalikpapan #PonpesNurulHaramain #PPDB #PPSN2012 #PramukaBalikpapan #PramukaIndonesia #PramukaMTsAlMuttaqien #PramukaPesantren #PramukaSantri #PrestasiPesantren #PrestasiSilat #PusatKajianIslam #QawaidFiqh #ramadhan #Ramadhan1445H #Ramadhan1446H #Ramadhan2025 #RamadhanBerkah #RoadshowLiterasiEkonomi #Santri #SantriAlMuttaqien #SantriBalikpapan #SantriBangkit #SantriBaru #SantriBerakhlak #SantriBerdaya #SantriBerilmu #SantriBerjaya #SantriBerjiwaPemimpin #SantriBerprestasi #SantriCerdas #SantriCerdasTeknologi #SantriCintaNKRI #SantriCintaPancasila #SantriDamai #SantriEntrepreneur #SantriHebat #SantriIndonesia #SantriJuara #SantriKaltim #SantriMandiri #SantriMTs #SantriNgaji #SantriNU #SantriNusantara #SantriPeduliKesehatan #SantriPMAlMuttaqien #SantriPondokPesantrenAlMuttaqien #Santripreneur #SantriPutriAlMuttaqien #SantriTerampil #SantriwatiAlMuttaqien #SantunanAnakYatim #SarasehanPWNU #SejarahIslam #SejarahPesantren #SejarahUniversitas #SekolahPeduliRupiah #SemangatKemerdekaan #SeniIslam #SerahTerimaSantri #SilatAlMuttaqien #SilatBerprestasi #SilatRemaja #SilaturahimPendidikan #SilaturahmiPesantren #SinergiPesantrenDanPolisi #SinergiUlama #SMKAlMuttaqien #smkbalikpapan #smkislam #smkislambalikpapn #SMKN2Balikpapan #SMKNahdlatulUlama #SMKNU #SMKNUBalikpapan #smkunggul #smkvokasi #SolidaritasKomunitas #SosialisasiKanker #SosialisasiTNI #SPMB #STEIMADANI #SuperChampionVol4 #SyiarIslam #TablighAkbar #TahfidzulQuran #TahunBaruIslam #TajhizJenazah #Tajwid #Tamtama #TartilQuran #Tauhid #Taushiyah #TeknologiTepatGuna #Tenggarong #TilawatilQuran #TNIAD #TokohNU #TokohUlama #ToleransiBeragama #TradisiIlmuIslam #TransformasiDigital #TribunKaltim #TrubusIman #TTG2023 #UjianAkhirSantri #UkhuwahAntarGuru #UlamaBalikpapan #UlamaBersatu #UlamaMuslim #UMKM #Umroh2025 #UniversitasTertua #Upacara17Agustus #UpacaraHUTRI #UshulFiqh #UstadzAlMuttaqien #UstadzBerprestasi #WafatUlama #WalikotaBalikpapan #WarisanIslam #WirausahaSyariah #WisataTenggarong #WisudaSantri #WorkshopSantri #WorldsOldestUniversity #YayasanAlMuttaqien #YayasanKankerIndonesia #zakat #ZiarahMakamsyeikh BAZNAS Balikpapan berita pesantren balikpapan Dukungan Bank Indonesia Ekonomi Syariah FKPP Balikpapan KH. Muh. Anas Mochtar Market Medical Equipment Pengembangan Usaha Pesantren pesantren 2026 santri baru seminar entrepreneurship serah terima Shops Weather