Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien Balikpapan kembali menggelar Kajian Rutin Sabtu Akhir Bulan pada Sabtu, 26 September 2026. Memasuki pertemuan kedua, kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh seluruh dewan asatidz serta guru dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan pesantren. Pihak yayasan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kajian rutin ini merupakan program bulanan yang diselenggarakan sebagai wadah penguatan keilmuan, pembinaan spiritual, serta penguatan tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di lingkungan Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien.
Kegiatan diawali dengan dzikir bersama. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kajian kitab Fathul Qarib, salah satu kitab fiqh yang menjadi rujukan penting dalam tradisi pembelajaran fiqh mazhab Syafi’i di pesantren.
Para peserta mengikuti kajian dengan penuh perhatian dan antusias. Suasana semakin hidup ketika kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab seputar berbagai persoalan fiqhiyyah. Forum ini memberikan kesempatan kepada para guru dan asatidz untuk menyampaikan pertanyaan, mendiskusikan persoalan keagamaan, serta memperdalam pemahaman terhadap materi yang dikaji.
Sesi diskusi menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Selain memperkuat pemahaman terhadap kitab yang dipelajari, forum ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman di antara para pendidik.
Kehadiran seluruh guru dan asatidz dari unit Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), bersama pihak yayasan, menunjukkan semangat kebersamaan dalam membangun kualitas pendidikan pesantren.

Melalui kajian rutin ini, Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien berupaya menjaga kesinambungan tradisi mengaji kitab kuning sekaligus memperkuat kapasitas keilmuan para pendidik. Para guru diharapkan tidak hanya menjalankan tugas pembelajaran, tetapi juga terus memperkaya pengetahuan agama sebagai bekal dalam mendidik dan membimbing santri.
Kajian Rutin Sabtu Akhir Bulan direncanakan terus berlangsung secara berkesinambungan dengan agenda dzikir bersama, kajian kitab, serta penguatan Aswaja dan Ke-NU-an. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar pesantren dalam membangun lingkungan pendidikan yang berlandaskan ilmu, spiritualitas, dan kebersamaan. [4bd]







