Balikpapan — Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti momen Haflatul Imtihan Akhirus Sanah (pelepasan santri dan siswa) yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Pondok Modern (YPPM) Al-Muttaqien Gunung Guntur Balikpapan pada tahun 2010. Acara ini sekaligus menjadi penanda sejarah baru bagi pesantren: tujuh orang lulusan pertama SMK Nahdlatul Ulama Al-Muttaqien diangkat langsung menjadi ustadz oleh Pengasuh Pesantren, KH. Mohammad Anas Mochtar.
“Saya langsung mengangkat tujuh orang lulusan SMK NU untuk menjadi ustadz di Pondok Pesantren Al-Muttaqien,” ujar Kiai Anas di hadapan tamu kehormatan, di antaranya Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi dan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, KH. Nasharuddin Umar, dalam acara pelepasan yang dirangkai dengan peringatan Isra’ Mi’raj.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren tak hanya mendidik, tetapi juga memberdayakan lulusannya, khususnya mereka yang telah menunjukkan dedikasi, akhlak, dan kompetensi keilmuan selama masa pendidikan.
SMK NU sendiri merupakan lembaga formal termuda di lingkungan Ponpes Al-Muttaqien, yang didirikan pada tahun 2008, dan tahun 2010 menjadi angkatan perdana yang berhasil menyelesaikan studinya.
KH. Anas Mochtar dalam kesempatan itu juga menuturkan bahwa Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien awalnya berdiri pada tahun 1985, dimulai dari pendidikan Raudhatul Athfal (TK Islam), kemudian dilanjutkan dengan Madrasah Ibtidaiyah, MTs pada tahun 2005, hingga SMK NU pada 2008.
Jumlah santri saat itu mencapai sekitar 110 orang, yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, seperti Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), hingga Kutai Timur (Kutim).
Sumber: Balikpapanpos, 2010







