Di tengah tantangan global, pesantren kian memegang peran sentral sebagai garda terdepan penjaga perdamaian. Peran krusial ini kembali ditegaskan dalam “Workshop Peran Pesantren Mempromosikan Perdamaian Melalui Kontra Narasi Ekstrimis” yang digelar pada 5-7 Juni 2024 di Hotel Blue Sky Balikpapan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pesantren di Balikpapan untuk bersatu dan menguatkan strategi dalam menghadapi ancaman ideologi radikal. Melalui kolaborasi antara SCRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Pesantren Modern Al-Muttaqien melalui komuniasi dengan Ust. Khairul Ramadhani, workshop ini bukan sekadar pertemuan, melainkan pembekalan vital bagi para ulama muda dan santri.
Sebagai representasi dari Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien, hadir Ust. Hamid Syaizozi, S.Hum, Ust. Alfan Rahmatullah, Ust. Rizal, dan Isnaini Saraswati. Mereka bergabung dengan perwakilan dari pesantren terkemuka lain seperti Pondok Pesantren Asy-Syifa, Pondok Pesantren Syaichona Kholil, dan Pondok Pesantren Darun Najah. Diskusi dan pelatihan yang mereka ikuti berfokus pada bagaimana membangun narasi tandingan yang kuat, berbasis ajaran Islam yang wasathiyah (moderat) dan toleran.
Workshop ini menegaskan bahwa pesantren adalah pusat pendidikan holistik yang tidak hanya mencetak ulama, tetapi juga agen perdamaian. Dengan membekali para santri dengan kemampuan untuk melawan propaganda ekstrimis, pesantren telah membuktikan diri sebagai institusi yang relevan dan krusial dalam menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan bangsa.[]





















Link Foto Google Drive







