Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien Balikpapan kembali menerima dukungan penuh dari Bank Indonesia dalam rangka memperkuat kemandirian ekonomi santri. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Dody Budi Waluyo, meresmikan Workshop Santri sebagai bagian dari upaya pengembangan unit usaha produktif pesantren pada Jumat, 17 Januari 2020. Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran KPw BI Balikpapan dan menjadi simbol nyata dukungan Bank Indonesia terhadap program ekonomi syariah berbasis pesantren, 17 Januari 2020.
Workshop Santri yang diresmikan tersebut merupakan unit usaha pesantren yang bergerak dalam produksi alat dan perlengkapan konstruksi, seperti pipa dan socket nepel, plat untuk baliho, mata bor, dan shock drat besi. Melalui workshop ini, santri tidak hanya mengasah keterampilan praktis, tetapi juga memperoleh pendalaman kewirausahaan yang akan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren di masa depan. Bank Indonesia memberikan bantuan berupa mesin bor duduk dan genset pada tahun 2018, serta mesin bubut dan peralatan workshop pada tahun 2019, masing-masing senilai Rp100 juta.
Bapak Dody Budi Waluyo dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kemajuan yang dicapai oleh Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien, terutama dalam mengelola unit usaha pesantren yang produktif. “Workshop Santri Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien merupakan contoh keberhasilan dalam membangun kemandirian pesantren. Kami berharap ini menjadi percontohan bagi pesantren lain di Indonesia untuk mengembangkan ekonomi syariah,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan MUI Kota Balikpapan, di mana Bank Indonesia bersama Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien dan MUI Kota Balikpapan melakukan diskusi mengenai pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan pesantren sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi. Bank Indonesia berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya dalam mendukung pemberdayaan pesantren untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan berkontribusi positif pada perekonomian daerah dan nasional.[]




Source : kaltim tribun & bi







